Rabu, 06 April 2011

.:: Cinta dan Rinduku ::.

Aku mampu tersenyum walau tanpa kekasih..
Aku masih bisa berdiri tegar walau tanpa seorang pendamping..
Namun aku tak mampu melangkah tanpa adanya dirimu..
Kamu hal terpenting yang aku miliki dalam hidupku..
Tanpa kamu hidupku menjadi gelap, tak berwarna..





Kamu cintaku..
Kamu rinduku..

Dari awal aku turun ke bumi, hanya kamu temanku.
Bertahun-tahun kita bersama melewati hari dengan canda dan tawa.
Dirimu begitu setia menemani aku dan menjagaku..

Tapi sering kali kamu membuatku jengkel, membuatku marah dan menangis.
Kamu sering membuatku iri, membuatku menjadi asing.
Pernah aku menginginkan dirimu pergi ketika kamu menyakiti hatiku.
Pernah aku menginginkan dirimu enyah dari bumi ini ketika semua mengasingkan aku.

13 tahun aku hidup bersamamu, bahagia dan bersedih bersamamu. Selama itu kamu telah memberikan aku pendidikan, mengajarkan kebaikan dalam hidupku. Sejak dulu aku belum mengerti arti cinta dan sayang. Aku memang menyayangimu tapi aku belum mengerti tentang rasa sayang yang sesungguhnya.
Sampai akhirnya kita harus dipisahkan oleh jarak. Kamu harus meninggalkan aku sendiri, kesepian tanpa hadirmu. Kepergianmu perlahan membuatku mengerti tentang perasaan sayang, ya! aku menyayangimu, sangat menyayangimu.

Hari-hariku mulai hampa ketika kamu menjauh. Rasa rindu pun tak bisa ku cegah dalam hatiku. Aku berusaha untuk mencari tahu tentang keadaanmu, aku berusaha untuk bisa dekat denganmu. Tapi kamu begitu dingin, kamu tak mengobati rinduku melainkan kamu membuatku semakin merasa kehilangan.

Tepat di hari ulang tahunku yang ke-14. Ulang tahunku kali ini terasa berbeda dari sebelumnya. Mungkin karena kamu tak lagi menemani aku. Aku rindu kamu, aku ingin kamu menemani aku walau hanya hari ini saja. Aku menelponmu, aku rindu.. Tapi kamu tetap dingin.. Apa kamu tak merasakan rindu seperti aku? Apa kamu tak merasakan sedihnya aku ketika harus menjauh darimu??

Bertahun-tahun aku biasakan untuk hidup jauh darimu. Walau berat tapi aku berusaha untuk tegar. Perlahan aku mulai terbiasa tanpa kamu.
Sesekali kamu kembali pulang meski hanya 2hari dalam 1bulan, itu pun sudah mengobati rinduku.

Kamu dan aku sudah banyak mengalami perubahan. Saat ini aku sudah 16 tahun, beberapa bulan lagi aku akan beranjak ke 17 tahun. Kamu dan aku sudah tak pernah bertengkar lagi, mungkin kita sudah sama-sama mengerti bahwa kita tidak boleh membuang-buang waktu hanya untuk pertengkaran.

Aku ingin memilikimu seutuhnya, namun itu hayal bagiku. Karena aku tahu, suatu saat pasti ada seorang wanita yang akan memiliki ragamu dan juga cintamu. Saat ini saja waktumu untukku sudah tersita oleh kehadiran seorang wanita yang kamu sayangi. Sesungguhnya aku tak rela, tapi karena itu kebahagiaanmu maka aku diam mengalah.

Aku ingin kembali ke masa lalu, dimana saat itu kita masih selalu bersama dan masih berada dalam satu atap yang sama. Aku tak ingin kehilangan kamu, aku sayang kamu. Tapi sebuah kedewasaan menuntutku untuk melepaskan kamu. Sedih yang kurasakan saat ini. Dulu aku pernah belajar untuk terbiasa jauh darimu, sekarang aku kembali belajar untuk menjadi seseorang yang dewasa, yang mengerti keadaan, mengerti akan kebutuhanmu. Aku harus merelakanmu dan aku tetap menyayangimu, tetap mencintaimu.
Cintaku, hidupku, belahan jiwaku..


Kamu telah mengajariku tentang banyak hal. Kamu mengajariku tentang arti kehidupan, tentang arti saling berbagi dan saling menyayangi. Kamu mengajariku tentang kesabaran dan ketegaran.
Kamu cintaku..
Kamu belahan jiwaku..

(16-07-1989)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar