Jumat, 08 April 2011

My First Love

Ini kisah cinta pertamaku, pertama kalinya aku dibolehkan berpacaran oleh orang tuaku. Aku menemukan cinta pertamaku ketika aku masuk SMA, namanya Andi. Awal aku bertemu dia, jujur aku membencinya. Tak ada hal menarik yang kusuka darinya tapi entah mengapa banyak teman-temanku yang bilang kalau dia itu "CAKEP" padahal menurutku dia biasa-biasa saja bahkan bisa dibilang orang yang jahat (maklumlah, soalnya aku pernah dibuat nangis waktu MOS).


Ketika SMA itu aku mengikuti ekskul yang sama dengan dia yaitu PASKIBRA. Aku sering bertemu dengannya lewat ekskul dan ketika rapat OSIS dan MPK (waktu itu aku aktif di kegiatan OSIS dan dia adalah ketua umum MPK di sekolah).  Lama-lama aku malah tertarik kepadanya. Apalagi ditambah cerita-cerita orang kalau dia adalah seorang cowok yang pendiam, pintar, setia (tapi pernah frustasi gara-gara dikhianati pacarnya dulu).


Pertama aku latihan paskibra sore, aku dijemput oleh dia tepat di depan rumahku. Mulai itu aku yakin kalau ada perasaan yang berbeda kepadanya. Tapi setelah itu aku patah hati kepadanya karena ternyata dia sudah memiliki seorang kekasih, aku mengetahuinya ketika aku membaca pesan di hape-nya.


Aku tetap berusaha merebut hatinya. Aku tergila-gila padanya, meskipun susah karena dia cuek sekali dan juga aku memiliki banyak saingan di sekolah. Saat itu saingan terbesarku adalah teman ekskul-ku sekaligus teman SMP-ku (tapi kini dia sudah tiada, dia meninggal karena kecelakaan tahun lalu, semoga dia tenang di alam sana).


Hingga akhirnya sahabat terdekatnya menceritakan tentang perasaan Andi terhadapku bahwa ternyata ia juga menyukai aku.
Beberapa hari setelah itu, aku sedang online facebook dan dia juga kebetulan online. Saat itu aku chating dengannya dan tiba-tiba dia mengatakan cinta kepadaku.


6 bulan aku jalani hubungan bersamanya. Tapi kisah ini berakhir tragis, dia menduakan aku dan memilih wanita lain. Sungguh saat itu aku seperti orang gila, akal sehatku menghilang, tak mampu aku berfikir.
Dia memilih wanita yang jauh lebih tua dari usianya, jarak usianya dengan wanita itu adalah 5tahun. Tak ada sisi baik yang mampu kulihat dari wanita itu.


Sementara dia berbahagia dengan wanita itu. Aku pun juga menjalani hidupku bersama seorang pria yang sudah mendekati aku mulai dari pertama masuk SMA. Tapi 1 minggu aku usaikan hubunganku, aku memilih sendiri. Aku tak ingin dia lebih tersakiti dari ini karena perasaanku yang masih ada untuk Andi.


Tak jauh kemudian, Andi dan aku kembali lagi. Aku bahagia bersamanya walaupun aku dihantui oleh rasa ragu.
Hampir 1 tahun aku jalani hubungan ini tapi dia kembali menghianati aku. Aku mendapatkan informasi dari seseorang bernama Akbar bahwa ternyata Andi memiliki kekasih lain. Andi sudah memiliki kekasih di luar kota, dan aku hanya dijadikannya yang kedua. Dia sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan wanita itu. Bukan hanya Akbar yang bilang seperti itu, tapi KEKASIHNYA Andi yang di luar kota juga sudah mengakuinya.
PARAH!!
Aku kembali disakiti olehnya. Dia tak mengerti perasaanku yang benar-benar utuh untuknya. Dia tak mengerti pengorbanan yang aku lewati untuk mempertahankan hubungan ini, sampai-sampai aku mendapat masalah di sekolah dan di rumah.


Lama aku belajar untuk menghapus perasaanku untuknya meskipun sulit...
Kini kamu hanya aku anggap sebagai teman, tak lebih..


Meskipun kamu terkadang masih mengharapku kembali, tapi aku sudah tak mau kembali denganmu..




(12112009-01092010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar