Ketika aku masih menjalani hubungan dengan cinta pertamaku, aku memang sudah mengenal sesosok pria lain di dalam hidupku. Aku dikenalkan oleh saudara sepupuku kepada sahabatnya. Namanya Akbar, dialah yang membantuku mencari informasi tentang cinta pertamaku. Dia juga sahabat dari cinta pertamaku.
Aku ingat, dalam ramadhan tahun lalu aku berpisah dengan cinta pertamaku. Dan tepat pada tanggal 4 September 2010, kamu (pria baru dalam hidupku) datang kerumah. Kamu berkenalan dengan orang tuaku.
Ini adalah pertama kalinya ada seorang pria yang berani main kerumahku dan berkenalan dengan orang tuaku.
Suatu malam aku sedang bercengkrama dengan kakak dan mamaku di ruang belakang. Aku bercerita tentang kamu, semakin jauh aku mengenalkanmu kepada keluargaku dan ternyata kamu adalah putra dari sahabat lama ayahku.
Aku menceritakan ini kepadamu, dan kamu pun juga bertanya kepada orang tuamu.
Hemmm... ternyata dunia ini sempit ya??
Kamu adalah tipe seorang pria yang selama ini aku cari. Karena kamu tak malu-malu kepada orang tuaku, dan kamu selalu meminta izin kepada orang tuaku saat mengajakku jalan-jalan.
Hubungan kita direstui oleh orang tuaku dan orang tuamu. Tak ada yang disembunyikan dari kisah ini.
Bahkan setiap hari kita selalu bertukar handphone.
Tapi selama hubungan ini berlanjut, ternyata aku masih saja teringat tentang masa laluku. Aku masih menyayanginya, itu yang kurasa. Ku tahu bahwa perasaan ini salah dan tak seharusnya ada.
Sementara itu kamu selalu saja mengajakku jalan padahal aku sedang tak ingin jalan. Kamu tak bisa mengerti aku yang bosan ketika harus selalu kamu ajak keluar. Sampai-sampai kamu tega mutusin hubungan ini. Aku saja tak berani berbuat salah terhadapmu karena aku merasa sungkan dengan orang tuamu tapi kamu malah semudah itu meninggalkanku.
Perasaanku memang sempat tertinggal pada cinta pertamaku, tapi semenjak kamu meninggalkanku aku malah langsung bisa melupakan masa laluku. Dan seketika hanya namamu yang memenuhi otakku, hanya cintamu yang memenuhi hatiku.
Satu minggu kita berpisah, kamu datang kembali dalam hidupku. Kita berbaikan, tapi hanya satu malam. Setelah itu aku yang memutuskan hubungan ini. Saat itu aku terpengaruh ucapan cinta pertamaku yang ingin menghancurkan hubunganmu dan aku.
Kamu membenciku, sangat membenciku. Kamu tak ingin diganggu olehku. Aku coba pahami itu.
Satu bulan aku tanpa kamu, meskipun sebenarnya perasaan kita masih saaling menyayangi. Aku dikenalkan dengan temanku kepada seorang pria lain agar aku tak bersedih dan tak mengingatmu selalu. Aku dekat dengan pria itu, bahkan aku sudah memiliki status yang jelas dengan pria itu. Semenjak itu, kamu semakin membenciku dan tak ingin berteman denganku lagi.. Aku sedih.. Aku merasa bersalah..
Tapi aku tak ingin mengulang kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu.. Aku akan menghapus rasa sayangku untukmu dan memberikan sayangku seutuhnya untuk pria itu (cinta ketigaku "Dimas").
Aku ingat, dalam ramadhan tahun lalu aku berpisah dengan cinta pertamaku. Dan tepat pada tanggal 4 September 2010, kamu (pria baru dalam hidupku) datang kerumah. Kamu berkenalan dengan orang tuaku.
Ini adalah pertama kalinya ada seorang pria yang berani main kerumahku dan berkenalan dengan orang tuaku.
Suatu malam aku sedang bercengkrama dengan kakak dan mamaku di ruang belakang. Aku bercerita tentang kamu, semakin jauh aku mengenalkanmu kepada keluargaku dan ternyata kamu adalah putra dari sahabat lama ayahku.
Aku menceritakan ini kepadamu, dan kamu pun juga bertanya kepada orang tuamu.
Hemmm... ternyata dunia ini sempit ya??
Kamu adalah tipe seorang pria yang selama ini aku cari. Karena kamu tak malu-malu kepada orang tuaku, dan kamu selalu meminta izin kepada orang tuaku saat mengajakku jalan-jalan.
Hubungan kita direstui oleh orang tuaku dan orang tuamu. Tak ada yang disembunyikan dari kisah ini.
Bahkan setiap hari kita selalu bertukar handphone.
Tapi selama hubungan ini berlanjut, ternyata aku masih saja teringat tentang masa laluku. Aku masih menyayanginya, itu yang kurasa. Ku tahu bahwa perasaan ini salah dan tak seharusnya ada.
Sementara itu kamu selalu saja mengajakku jalan padahal aku sedang tak ingin jalan. Kamu tak bisa mengerti aku yang bosan ketika harus selalu kamu ajak keluar. Sampai-sampai kamu tega mutusin hubungan ini. Aku saja tak berani berbuat salah terhadapmu karena aku merasa sungkan dengan orang tuamu tapi kamu malah semudah itu meninggalkanku.
Perasaanku memang sempat tertinggal pada cinta pertamaku, tapi semenjak kamu meninggalkanku aku malah langsung bisa melupakan masa laluku. Dan seketika hanya namamu yang memenuhi otakku, hanya cintamu yang memenuhi hatiku.
Satu minggu kita berpisah, kamu datang kembali dalam hidupku. Kita berbaikan, tapi hanya satu malam. Setelah itu aku yang memutuskan hubungan ini. Saat itu aku terpengaruh ucapan cinta pertamaku yang ingin menghancurkan hubunganmu dan aku.
Kamu membenciku, sangat membenciku. Kamu tak ingin diganggu olehku. Aku coba pahami itu.
Satu bulan aku tanpa kamu, meskipun sebenarnya perasaan kita masih saaling menyayangi. Aku dikenalkan dengan temanku kepada seorang pria lain agar aku tak bersedih dan tak mengingatmu selalu. Aku dekat dengan pria itu, bahkan aku sudah memiliki status yang jelas dengan pria itu. Semenjak itu, kamu semakin membenciku dan tak ingin berteman denganku lagi.. Aku sedih.. Aku merasa bersalah..
Tapi aku tak ingin mengulang kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu.. Aku akan menghapus rasa sayangku untukmu dan memberikan sayangku seutuhnya untuk pria itu (cinta ketigaku "Dimas").
Tidak ada komentar:
Posting Komentar