Senin, 25 April 2011

Penghianatanmu Dalam Kisahku


Beberapa hari yang lalu ketika aku selesai latihan nari, seorang sahabatku memberi satu pengakuan kepadaku. Ternyata dia sms-an sama mantan pacarku. Dia mengaku hanya sms-an dan tidak ada apa-apa, dan mereka hanya sms-an selama 4 hari. Aku biasa saja saat itu karena memang hanya sms-an.
                Aku mencoba mencari tahu tentang kebenaran yang mungkin tak berani dia tunjukkan kepadaku. Aku mendapatkan jawaban sebenarnya dari 3 sahabatku yang lain. Apa yang mereka katakana ternyata sangat mengagetkan aku dan membuatku meneteskan air mata.
                Sekitar satu minggu yang lalu memang ada panggilan tidak terjawab di ponselku dari mantanku, setidaknya aku merasa senang karena aku memang masih belum bisa melupakannya. Tapi kenyataan itu menyakitkan aku karena ternyata yang membuat panggilan itu adalan SAHABATKU sendiri. Dia tega menusukku dari belakang, dia menyakiti aku, dia menyembunyikan semua kejujuran.
                Aku marah, sangat marah dan aku tak menyapanya lagi. Dia bingung saat itu, bahkan ia sama sekali tidak merasa bersalah. Entah dia punya hati atau tidak, aku tak tahu.
                Dulu aku pernah memberikan jam tangan kepada mantanku itu, ternyata jam tangan itu sudah dibuang ke sungai. Seharusnya, jika ia tak mau menerima atau tidak suka, lebih baik ia kembalikan saja kepadaku agar aku tak merasakan sakit.
                Setelah aku mengetahui semua kebenaran itu, dia meminta maaf kepadaku, aku memaafkannya tapi aku tak mau menyapanya lagi dan tak mau berteman dengannya lagi. Aku pun memojokkannya dan memaksanya agar mengakui semua kesalahannya tetapi dia tak mau jujur sama sekali. Jangankan kepada aku, kepada orang lain saja dia tak mengaku, dia malah membangga-banggakan dirinya sendiri dan menjelek-jelekkan namaku. Dia manusia MUNAFIK!
                Aku tak akan memutuskan pertemanan hanya karena seorang cowok, tapi aku hanya tak suka dengan caranya yang selalu menusukku dari belakang. Bukan hanya kali ini, sejak SMP dia sering menusukku dari belakang. Dan sekarang terulang. Seharusnya ia tak melakukannya karena ia tau, aku masih sayang sama mantanku. Aku juga selalu cerita kepadanya tentang mantanku. Ternyata di balik ceritaku, dia telah menghianatiku!

AKU SAKIT !!      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar